FAQ

Pertama-tama mari kita pahami dulu kelemahan dari lapisan pernis / clear coat bawaan mobil/motor. Pernis ini secara umum cukup lunak dan berpori, sehingga mudah menyerap polusi, sinar UV, kotoran burung dan getah. Ketika pernis sudah terkontaminasi oleh polutan tersebut, maka dibutuhkan paint correction (poles) yang mengikis lapisan pernis sesuai dengan tingkat kerusakan tersebut, semakin dalam rusaknya maka semakin banyak pernis yang dikikis.

Teknologi nano ceramic pada dasarnya berbahan dasar SiO2, sejenis kaca dengan grade ceramic jadi sangat keras dan tahan panas. Ketika lapisan pernis bawaan dicoating dengan nano ceramic, maka pernis akan menyerap nano ceramic sekaligus nano ceramic itu menjadi lapisan baru setebal kira-kira 5 micron. Otomatis karakter pernis akan berubah menjadi lebih keras sehingga mengurangi kerusakan cat dari segala polutan tersebut + bonus mobil menjadi lebih kilau / terlihat “basah”.

Scuto Nano Ceramic+ memiliki keunggulan:

– FAST CURING: setelah aplikasi , SCUTO Nano Ceramic+ akan padat dalam waktu cukup 2 jam dalam suhu ruangan, dan mencapai kepadatan maksimal dalam waktu kurang dari 48 jam.

– SINGLE EFFECTIVE LAYER: SCUTO Nano Ceramic+ sudah didevelop sejak 2015 dari V1 sampai sekarang sudah V3 sehingga karakternya semakin keras dan semakin bening dan partikel nano nya semakin kecil jadi cukup perlu 1 layer untuk melindungi cat bawaan.

– Tidak mencegah baret. Tapi mengurangi resiko goresan halus/swirl contohnya dari proses cuci mobil. Kenapa tidak anti baret? karena karakter nano ceramic itu sendiri yang lebih terfokus di mengubah karakter pernis menjadi lebih keras , tapi dengan ketebalan sekitar 5 micron mustahil untuk membuat mobil betul-betul bebas baret.

Biasanya konsumen yang membutuhkan value utama “anti baret” akan memakai jasa wrapping sticker / paint protection film di bengkel lain, tapi tampilan mobil menjadi tidak original lagi dan ada resiko pernis terkelupas ketika suatu hari ingin mencopot stickernya.

Jadi value utama yang ditawarkan SCUTO Nano Ceramic+ adalah : menjaga dan meningkatkan kilau mobil permanen dan mengurangi resiko kerusakan cat dari segala kontaminasi yang umum terjadi.

♦ Mari kita pelajari dulu penyebab utama jamur / waterspot adalah air yang menguap lalu meninggalkan bekas mineral. Waterspot dapat terjadi di lapisan apapun dari kaca, keramik, bahkan berlian. ⚠Yang membedakan adalah : apalah waterspot tersebut akan menyerap sampai dalam pernis atau hanya ada di atas lapisan nanoceramic. Kalau sampai menyerap ke pernis maka perlu dilakukan pekerjaan poles yang mengikis lapisan pernis (tergantung seberapa dalam kontaminasinya

♦ Sampai saat ini teknologi “hydrophobic” / efek daun talas hanya efek “bonus” yang bertahan sementara. Efek hydrophobic ini ada selama masih ada wax diatas lapisan nanoceramic, karena sifat ceramic tidak hydrophobic (sama seperti sifat kaca).

Di pasaran banyak spray hydrophobic yang bisa disemprotkan bahkan ke sepatu anda, tapi efeknya saya jamin hanya bertahan sesaat. Karena sebuah lapisan hydrophobic tidak akan stabil di permukaan apapun. Semakin hydrophobic maka akan semakin cepat juga hilang efeknya.